Waspadai, Buku Kir Palsu Beredar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Dua pelaku pemalsuan buku Kir kendaraan ditangkap polisi. Keduanya merupakan bapak dan anak yang telah beraksi selama 12 tahun.

RA (67) dan anaknya BS (35) ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Utara di sebuah kontrakan di daerah Sunter, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (8/11).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto pengungkapan dilakukan pihaknya bekerjasama dengan Unit Pengelolaan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Cilincing.

“Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara bekerja sama dengan Unit Pengelolaan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Cilincing berhasil mengungkap sindikat pemalsuan buku Kir yang dilakukan oleh bapak dan anak,” katanya di Polres Metro Jakarta Utara, Minggu (10/11).

Dijelaskan Budhi keduanya telah beraksi sejak 12 tahun silam. “Pemalsuan buku kir ini sudah dilakukan pelaku dari 2007 lalu,” katanya.

Dalam menjalankan aksinya, kedua memiliki peran berbeda. BS, mengambil peran sebagai marketing atau biro jasa. Sedangkan RA sebagai pemalsu buku kir.

“BS mengajari RA memalsukan buku kir setelah anaknya lulus dari SMK,” lanjut Budhi.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mematok biaya pengurusan lebih mahal dibanding pungutan resmi. Keduanya mematok harga hingga Rp 350 ribu. Padahal biaya pengurusan Kir resmi ke UPT KB itu hanya Rp92.000.

“Meski mahal, banyak korban yang terjebak. Sebab RA menjanjikan bisa mengurus Kir tanpa harus menghadirkan kendaraan ke UPT PKB,” katanya.

Dijelaskan Budhi, dari hasil pengembangan, ada satu orang yang berstatus daftar pencarian orang (DPO), yakni ND. ND diduga sebagai pemasok material atau buku kir palsu.

“Sampai saat ini masih orang luar semua (sipil). Tapi akan ditelusuri lagi, kami ada satu DPO, yaitu ND, yang merupakan pemasok. Bisa saja dimungkinkan kalau ND tertangkap, dia mendapat (material buku kir palsu) dari orang dalam. Akan kita proses sumber material ini. Tapi sampai sekarang ND belum tertangkap,” tuturnya.

Kepala UPT PB KIR Cilincing Bernad Oktavianus Pasaribu mengatakan tindakan kedua tersangka tersebut berpotensi membahayakan nyawa orang lain. Sebab bisa saja kendaraan yang seharusnya tidak laik jalan malah terus beroperasi.

“Kita jadi tidak tahu kelaikan dari kendaraan itu sendiri. Kalau itu kendaraan penumpang seperti bus umum dan membawa penumpang banyak, kemudian akhirnya Kir palsu itu bisa membahayakan nyawa,” ujarnya

Dari hasil penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 3 unit handphone, 1 komputer rakitan, 2 printer, 1 mesin pres, 1 laptop, berbagai macam stempel, 6 lempeng pelat peneng, 1 palu berbahan kayu, 1 set ketokan pelat angka, dan abjad 6 mm 1/4″, 405 buku kir, 811 lembar stiker masa berlaku uji berkala, 15 kartu pengawasan izin penyelenggaraan angkutan barang, dan 4 pack stiker transparan kuning.

Akibat perbuatannya pada tersangka ini dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman maksimal penjara 6 tahun.

(fin)

  • Dipublish : 11 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami