Waspadai Hujan Lebat 9-10 Januari

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Prediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi pada hari ini, Rabu (8/1) hingga Kamis (9/1). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi tersebut juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Di antaranya Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut, dari analisis BMKG, mendeteksi adanya potensi hujan intensitas tinggi dengan probabilitas mencapai 90 persen. Potensi hujan dengan intensitas tinggi tersebut diprediksi di wilayah Banten Barat dan Jawa Tengah. Selain itu, wilayah Gorontalo juga mengalami hal serupa. “Kemudian pada 9-10 Januari 2020, hujan dengan intensitas lebat dengan probabilitas 90 persen diprediksi akan terjadi di Pantai Sumatera Barat dan Jawa Barat,” ujar Dwikora di Jakarta, Selasa (7/1).

Pada satu pekan ke depan, potensi hujan dengan intensitas tinggi dan lebat juga masih merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dikatakan, situasi atmosfer di atas Indonesia saat ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya angin monsoon yang masih terus aktif. “Angin monsoon yang berasal dari Asia maish aktif. Tetapi sebelum masuk Indonesia belok ke Samudera Pasifik. Sehingga membawa uap air yang cukup intens dari Pasifik ke Indonesia,” terangnya. Wilayah yang perlu diwaspadai adalah Sumatera bagian selatan, seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku hingga Papua dan sebagian Kalimantan serta Sulawesi.

Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Simeulue, sebelumnya diinformasikan berkekuatan magnitudo 6,4 telah dikoreksi menjadi M 6,1 terjadi pada Selasa (7/1), dengan kedalaman 20 km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa yang berjarak sekitar 24 km barat daya Sinabag Aceh ini hanya menyebabkan kerusakan minor pada bangunan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, gempa terjadi di zona subduksi lempen. “Jadi terjadinya kemungkinan besar ya sekitar itu juga,” kata Agus di Jakarta, Selasa (7/1).

Dikabarkan, BPBD Kabupaten Simeulue melaporkan gempa yang terjadi sekitar pukul 13.05 WIB itu menyebabkan kerusakan ringan pada dua unit sarana pemerintah. Yaitu keretakan ringan dan ada bangunan yang sebagian kaca jendela pecah.

BPBD Simeulue juga melaporkan bahwa guncangan gempa bumi dirasakan di Simeulue dengan intensitas IV MMI, Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli III MMI, Medan II-III MMI, sedangkan Nias Barat dan Meulaboh II MMI.

Agus menerangkan, dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera.

BNPB mengimbau masyarakat tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. “Masyarakat diharapkan untuk memonitor informasi resmi kegempaan di situs BMKG atau informasi terkait lain di institusi resmi seperti BNPB dan BPBD setempat,” papar Agus.

Terpisah, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan gempa susulan sudah terjadi lima kali. “Dengan kekuatan di bawah 5 SR,” jelas Rahmat saayt dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (7/1).

Seperti diketahui, kemarin (7/1), pukul 13.05 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada kedalaman 20 km.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust Fault). “Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Simeulue IV MMI. Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara & Gunung Sitoli III MMI. Masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda. Cukup tahan gempa atau tidak,” pungkasnya. (khf/fin/rh)

  • Dipublish : 8 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami