Waspadai Penipuan Agen Properti

Ilustrasi properti. (int)
Ilustrasi properti. (int)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

 JAKARTA – Kejahatan yang dilakukan agen properti harus diwaspadai. Sebab, mereka bisa mengambil alih kepimilikan properti dengan modus meminjam sertifikat.

Kasus tersebut berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sindikat kejahatan properti yang diungkap polisi berlokasi di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan.

“Dalam kasus ini, korbannya dengan inisial V ingin menjual rumahnya seharga Rp15 miliar di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).

Dijelaskan Argo, korban VHS melaporkan penipuan rumah tersebut terjadi pada Maret 2019. Dan saat ini tiga pelaku penipuan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial DH, DR, dan S. Sementara dua lainnya berinisial D dan E yang berperan sebagai agen properti dan pembuat sertifikat palsu masih diburu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan tersangka DH merupakan otak dari sindikat ini. Dia merupakan residivis atas kasus properti.

Sindikat yang dipimpin oleh DH berbeda dengan sindikat properti yang sebelumnya diungkap pada 7 Agustus lalu, namun dicurigai terdapat kolaborasi antar sindikat tersebut.

Diceritakan Suyudi, kasus berawal dari niat VYS menjual rumahnya di daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Korban kemudian meminta bantuan agen properti bernama Ronal untuk menjual rumahnya.

VYS kemudian dikenalkan kepada tersangka DH yang berperan menjadi pembeli dalam kasus ini. DH berhasil meyakinkan VYS untuk menaruh sertifikat rumahnya dengan dalih pengecekan sertifikat kepemilikan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dititipkan ke kantor notaris abal- abal yang terletak di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan itu.

VYS memberikan surat-surat kepemilikan rumahnya kepada DR yang mengaku sebagai staff notaris Idham. Pada 6 April 2019 terjadi pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas nama DH sebagai notaris. DH mengaku akan melakukan pelunasan rumah setelah 10 hari.

Sayangnya pelunasan tak kunjung dilakukan. VYS kemudian menghubungi S sebagai orang dekat DH menanyakan status pembayaran rumahnya.

“VYS curiga terhadap DH. Dia lalu menghubungi BPN Jakarta Selatan dan mendapatkan fakta bahwa sertifikat rumahnya ternyata telah beralih kepemilikan atas nama DH dan diagunkan di salah satu koperasi di Pancoran, Jakarta Selatan,” kata Suyud.

Para tersangka meraup Rp4 miliar dari penipuan properti terhadap saudari VYS. Dalam pengungkapan itu, diamankan sejumlah barang bukti berupa 16 cap stempel, 5 buku tabungan, 4 buah ponsel, dan 4 buah papan identitas notaris bodong atas nama Dr Idham dan Santi Triana Hassan, tiga sertifikat tanah palsu dan surat notaris palsu yang digunakan sindikat DH untuk melaksanakan penipuan properti yang sudah berjalan satu tahun di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan itu.

Untuk menghidari aksi penipuan properti, Polda Metro Jaya telah menyediakan saluran hotline. Saluran tersebut disediakan jika masyarakat ingin mengecek agen atau notaris properti untuk melakukan transaksi jual beli.

“Masyarakat harus berhati-hati terkait jual beli properti, masyarakat bisa menghubungi hotline Polda Metro Jaya untuk melakukan pengecekan terhadap kelompok-kelompok sejenis sindikat DH,” kata Argo.

Warga DKI Jakarta dapat menghubungi 08128171998 yang merupakan hotline Polda Metro Jaya terkait pengecekan agen dan notaris properti agar terhindar dari penipuan.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dua kasus sindikat penipuan properti yang menyasar rumah-rumah mewah yang dijual mulai dari Rp15 miliar.

Menurut Argo, terdapat 6 korban yang sudah melapor melalui sambungan hotline Polda Metro Jaya terkait penipuan properti, dan secara keseluruhan sudah ada 10 orang yang menjadi korban penipuan properti. (fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 10 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami