WHO Kembali Ingatkan Virus Korona itu Nyata, Bahaya, dan Membunuh

Ilustrasi logo WHO (Cuneyt/Fotolia.com)
Ilustrasi logo WHO (Cuneyt/Fotolia.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memahami masyarakat dunia sudah lelah menghadapi pandemi virus Korona selama 8 bulan lebih. WHO juga memahami bahwa masyarakat sudah ingin kembali hidup normal. Tapi WHO mengingatkan, semua harus dilakukan dengan aman.

“Karena membuka diri tanpa pengendalian virus akan menjadi ‘resep bencana’,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (31/8)

Dilansir dari Straits Times, Kamis (3/9), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui bahwa banyak orang mulai lelah dengan pembatasan dan ingin kembali normal delapan bulan setelah pandemi. WHO sepenuhnya mendukung upaya untuk membuka kembali ekonomi dan kegiatan masyarakat, tapi harus aman.

“Kami ingin melihat anak-anak kembali ke sekolah dan orang-orang kembali ke tempat kerja, tetapi kami ingin melihatnya dilakukan dengan aman. Tidak ada negara yang bisa berpura-pura pandemi telah berakhir,” katanya.

Kenyataannya virus ini menyebar dengan mudah. Wabah semakin melonjak setelah dikaitkan dengan pertemuan orang-orang di stadion, klub malam, tempat ibadah, dan keramaian lainnya.

“Hindari peristiwa-peristiwa yang menguatkan ini agar sektor ekonomi lain benar-benar terbuka dan perekonomian bisa kembali hidup,” ujarnya.

“Saya pikir kita bisa hidup tanpa pergi ke stadion,” paparnya

Dia juga mendesak agar pemerintah masing-masing menindak tegas orang-orang yang berdemonstrasi menentang pembatasan Covid-19. Masyarakat harus memahami bahwa virus itu berbahaya.

“Kita harus terlibat dalam dialog yang jujur. Virus itu nyata. Ini berbahaya. Virus itu bergerak cepat dan membunuh. Kita harus melakukan segalanya untuk melindungi diri kita sendiri dan untuk melindungi orang lain,” tegasnya.

Sikap anti-Covid-19 terjadi di Berlin, Jerman yang menentang pembatasan dalam protes terbesar di Eropa. Mereka menentang aturan masker dan pembatasan lainnya. Di belahan dunia lainnya, sejumlah orang sudah semakin cuek dengan virus Korona dan mulai abai dengan protokol kesehatan. (jp)

  • Dipublish : 3 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami