WHO Khawatir WNI Terinfeksi Virus Korona Bertambah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari kapal pesiar Diamond Princess yang menepi Daikoku Pier Cruise Terminal di pelabuhan Yokohama, Jepang, Selasa (18/2). Hasil karantina yang dilakukan, tiga dari 78 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal tersebut positif terinfeksi virus corona. Artinya dengan tiga kasus yang menjangkiti WNI itu, total kasus virus corona dari kapal pesiar tersebut menjadi 446 kasus.

Data tiga WNI ini bersifat sementara, karena kemungkinan, jumlahnya bisa bertambah selaras dengan hasil diagnosa medis yang ada di kapal mewah tersebut. Meski pun karantina sendiri akan berakhir pada Rabu (19/2). Ini setelah berlangsung selama 14 hari sejak 5 Februari 2020.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan, 80% mereka yang terinfeksi Covid-19 hanya mengalami penyakit ringan. Lalu, 14% pasien lainnya menderita penyakit parah seperti pneumonia.

”Sekitar lima persen kasus kritis dengan kemungkinan kegagalan multi-organ, syok septik, dan gagal pernapasan, dan dalam beberapa kasus mengalami kematian. Kondisi ini dialami oleh mereka yang berada di kapal pesiar Diamond Princess,” terang Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Selasa (18/2).

Dilansir dari Channelnewsasia.com, Tedros menyebut menyebutkan ada kasus anak-anak terjangkit virus corona baru tapi jumlahnya sedikit. Dan, butuh penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu, mengapa Covid-19 juga menyerang anak-anak.

Tapi, WHO dengan tegas menolak saran untuk menghentikan semua operasional kapal pesiar di dunia termasuk guna menghindari risiko infeksi baru seperti yang terjadi di Princess Diamond yang menjalani karantina di Jepang. ”Langkah-langkah harus diambil secara proporsional untuk menghadapi situasi ini (wabah Covid-19). Tindakan berupa langkah-langkah menyeluruh mungkin tidak membantu,” tegas Tedros.

Tedros juga merujuk pada penurunan nyata dalam kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menyatakan, tren tersebut harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati.

”Tren bisa berubah karena populasi baru terpengaruh. Masih terlalu dini untuk mengatakan, apakah penurunan (kasus virus corona) yang dilaporkan ini akan berlanjut. Setiap skenario masih di atas kertas,” kata Tedros.

Ditambahkannya, wabah virus corona sudah menghancurkan industri manufaktur dan pariwisata di semua dunia khususnya di Cina. ”Jika kita menghentikan setiap kapal pesiar di dunia karena ada kemungkinan kontak dengan beberapa patogen potensial, maka di mana kita berhenti?” terang Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan, seperti dikutip AFP.

Ryan mengungkapkan, bahkan merebaknya endemi Covid-19, di kapal pesiar itu karena tingkat serangan atau ukuran kecepatan penyebaran virus corona adalah 4 per 100 penumpang.

”Ini adalah wabah yang sangat serius dan memiliki potensi untuk tumbuh. Tetapi, kita perlu menyeimbangkan dalam hal jumlah orang yang terinfeksi. Di luar Hubei, epidemi ini memengaruhi proporsi orang yang sangat, sangat, sangat kecil,” sebut Ryan.

Sementara itu, hingga Selasa (18/2), jumlah kematian akibat Covid-19 sudah menembus angka 1.800 di Tiongkok dan menginfeksi lebih dari 70.500 lainnya. Virus corona baru juga telah menjangkiti lebih dari 25 negara.

”Berdasarkan komunikasi terakhir termasuk pembicaraan dengan duta besar Jepang, maka diperoleh info bahwa 3 dari 78 kru WNI dinyatakan confirmed (terjangkit virus corona),” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (18/2).

Dua WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus corona telah dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba, sementara satu WNI sedang menjalani proses menuju rumah sakit. Sayang hingga pukul 22.00 WIB belum diketahui identitas tiga WNI tersebut. ”Per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI itu akan dibawa ke rumah sakit mana,” ujar Menlu, merujuk pada perkembangan situasi yang sangat dinamis.

Retno mengaku telah menghubungi Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii untuk memastikan kondisi 78 WNI kru kapal Diamond Princess yang dikarantina di perairan Yokohama akibat infeksi virus corona.

”Sudah kita koordinasi. Saya meminta informasi yang lebih detail mengenai rencana Jepang setelah 19 Februari besok. Permintaan ini saya sampaikan mengingat informasi yang diperoleh sampai saat ini masih cukup terbatas,” kata Retno.

Sementara, tim dari KBRI Tokyo sudah mendarat di Cina untuk memastikan WNI yang dirawat mendapat penanganan terbaik dari otoritas Jepang. Di saat yang sama, KBRI juga terus melakukan komunikasi dengan para kru WNI yang masih berada di dalam kapal. Sejak 5 Februari 2020, kapal Diamond Princess dikarantina di pantai Yokohama akibat infeksi COVID-19. Kapal itu membawa 3.714 orang yang terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.045 kru dari 56 negara. (fin/ful)

  • Dipublish : 19 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami