WNI dan Bayi Usia 6 Bulan Tertular Virus Korona di Singapura

Pusat Penyakit Menular Nasional di Rumah Sakit Tan Tock Seng di Singapura. Rumah sakit yang juga menangani pasien virus Korona di Singapura (ROSLAN RAHMAN / AFP)
Pusat Penyakit Menular Nasional di Rumah Sakit Tan Tock Seng di Singapura. Rumah sakit yang juga menangani pasien virus Korona di Singapura (ROSLAN RAHMAN / AFP)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Penyebaran wabah virus Korona di Singapura yang menular dari orang ke orang semakin meluas. Setelah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di sana tertular dari majikannya, kini ada bayi berusia enam bulan juga dikabarkan tertular. Padahal baik bayi maupun ART tersebut tidak mempunyai riwayat perjalanan ke Tiongkok.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (6/2), empat kasus baru terinfeksi virus Korona telah dikonfirmasi di Singapura oleh Departemen Kesehatan (MOH) pada Rabu (5/2). Hingga Rabu (5/2) siang, 28 orang di Singapura dinyatakan positif terinfeksi virus Korona.

Dari empat kasus baru, tiga kasus diduga tertular dari sekelompok penduduk lokal. Dan satu kasus dialami turis Tiongkok dari Wuhan. “Belum ada bukti penyebaran masyarakat luas di Singapura,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Kasus yang ditransmisikan secara lokal pertama di Singapura diumumkan pada Selasa (4/2). Salah satunya adalah pemandu wisata untuk turis Tiongkok, dua lainnya bekerja di sebuah toko yang dikunjungi oleh kelompok itu, dan kasus keempat adalah asisten rumah tangga.

Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu (5/2) mengatakan kelompok wisatawan terdiri dari 20 turis yang berasal dari Guangxi. Dua di antaranya dikonfirmasi oleh pihak berwenang Tiongkok terkena virus Korona.

Berdasar itu, klaster transmisi oleh penduduk lokal mencakup 7 kasus yang dikonfirmasi. Di antara mereka, dua adalah anggota keluarga. Yaitu seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Yong Thai Hang, sebuah toko produk kesehatan yang melayani wisatawan Tiongkok. Dia tidak memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok baru-baru ini.

Dua lainnya adalah suaminya. Pria Singapura berusia 45 tahun yang dites positif dan saat ini berada di ruang isolasi di NCID. Paling miris dialami buah hati pasangan itu, bayi laki-laki berusia enam bulan diuji positif pada saat yang sama. Sang bayi saat ini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Wanita dan Anak-Anak KK.

Kasus lainnya adalah pria Singapura berusia 40 tahun dan suami dari seorang pemandu wisata berusia 32 tahun yang membawa turis ke Yong Thai Hang. Dia dikonfirmasi sebagai pasien kasus virus Korona.

Seperti istrinya, laki-laki itu tidak memiliki sejarah perjalanan ke Tiongkok baru-baru ini. Dia saat ini berada di ruang isolasi di NCID.

Sebelum masuk rumah sakit, salah satu pasien yang terinfeksi tinggal di rumahnya di Buangkok Green dan bekerja di Jalan Besar. Dia mengunjungi Hougang Polyclinic pada 30 Januari, dan pergi ke supermarket di dekat rumahnya. Pria itu juga telah mengunjungi Pasir Panjang Hawker Centre dan telah bepergian dengan transportasi umum.

“Risiko infeksi dari kontak sementara, seperti di angkutan umum atau di tempat-tempat umum, dinilai rendah,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Sebanyak 379 kontak yang dekat dari semua kasus ikut dites. Dari 304 yang masih di Singapura, 299 telah dihubungi dan sedang dikarantina atau diisolasi, sementara 5 lainnya sedang dihubungi. Sebanyak 295 kasus suspect virus Korona telah diuji negatif dan 62 lainnya sedang menunggu hasil. (jp/jm)

  • Dipublish : 6 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami