Yakin Manjur, Warga Tiongkok di Singapura Berebut Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac. (Istimewa)
Ilustrasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Vaksin Sinovac sudah diberikan kepada publik di Singapura untuk pertama kalinya. Vaksin tersebut diberikan lewat program yang dijalankan beberapa klinik swasta, bukan pemerintah. Klinik swasta dalam beberapa hari terakhir dipenuhi antrean penduduk Singapura yang tak sabar mendapatkan vaksin Sinovac. Rata-rata yang ingin divaksinasi adalah warga Tiongkok yang tinggal di Singapura.

Klinik swasta melaporkan permintaan yang luar biasa untuk vaksin buatan Tiongkok itu meski vaksin saingan dari Barat yakni Pfizer yang sudah tersedia memiliki kemanjuran yang jauh lebih tinggi. Singapura telah memvaksinasi hampir setengah dari 5,7 juta penduduknya dengan setidaknya satu dosis vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna. Keduanya telah menunjukkan tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen terhadap penyakit simtomatik dalam uji klinis, dibandingkan dengan 51 persen dari Sinovac.

“Bukti dari negara lain menunjukkan orang yang telah menggunakan vaksin Sinovac masih terinfeksi,” kata Direktur Layanan Medis Singapura, Kenneth Mak.

Baca juga: Singapura Ungkap 550 Kasus Mutasi Covid-19 India, 8 Kali Lebih Menular

“Tetap ada risiko signifikan dari terobosan vaksin,” katanya merujuk pada laporan tenaga kesehatan Indonesia.

Sejumlah orang yang bergegas untuk ambil bagian disuntik Sinovac pada hari pertama ketersediaannya di Singapura adalah warga negara Tiongkok. Mereka merasa akan lebih mudah untuk melakukan perjalanan pulang tanpa melalui karantina.

Baca juga: Singapura Izinkan Sinovac tapi Tak Gratis, Klinik Swasta Berebut

Singapura mengizinkan penggunaan vaksin Sinovac oleh lembaga kesehatan swasta dengan akses khusus, menyusul persetujuan penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal bulan ini. Singapura mengatakan sedang menunggu data penting dari Sinovac sebelum memasukkannya ke dalam program vaksinasi nasional.

Sementara itu, pihak berwenang telah memilih 24 klinik swasta untuk mengelola stok 200 ribu dosis saat ini. Klinik mengenakan biaya antara USD 7-18 per dosis.

Baca juga: Disuntik Sinovac Sekali, Hanya Separo yang Kembali Vaksin Kedua

Dia mengatakan banyak dari mereka yang melakukan pemesanan Sinovac mereka yang berusia 40-an ke atas. Wee Healthfirst, klinik lain yang disetujui, memasang pemberitahuan di pintu masukn. Klinik tersebut mengatakan telah menghentikan pemesanan vaksin sampai Kamis depan, dengan alasan permintaan yang luar biasa. Seorang resepsionis mengatakan sekitar 1.000 orang telah mendaftar di sana.

Leong Hoe Nam, seorang dokter penyakit menular di Klinik Rophi, juga mengatakan dia kewalahan lantaran banyak yang menginginkan suntikan Sinovac. Seorang insinyur berusia 49 tahun, Tang Guang Yu, termasuk di antara warga negara Tiongkok yang tinggal di Singapura lebih tertarik pada suntikan Sinovac daripada vaksin buatan asing.

“Tidak ada yang ingin dikarantina selama sebulan, saya tidak punya banyak hari cuti,” kata Tang kepada Reuters saat dia mengantre di luar klinik.

Berdasar penjelasan, mereka lebih percaya pada vaksin Sinovac karena didasarkan pada teknologi konvensional, sementara yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna menggunakan platform messenger RNA yang baru dikembangkan.

“Teknologi mRNA sudah ada selama 30 tahun, tetapi belum pernah disuntikkan ke manusia sampai saat ini karena darurat Covid-19, seberapa aman,” tanya warga Singapura Chua Kwang Hwee, 62, saat dia mengantre di luar klinik.

Vaksin Sinovac menggunakan virus yang tidak aktif atau terbunuh yang tidak dapat bereplikasi dalam sel manusia untuk memicu respons imun. Sementara Pfizer dan Moderna menggunakan metode mRNA. (jpc/jm)

  • Dipublish : 23 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami